Kredit BNI hingga Maret 2024 mencapai Rp 695,16


Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Negara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan penyaluran pinjaman sebesar Rp695,16 triliun pada tiga bulan pertama tahun 2024. Jumlah tersebut sedikit meningkat dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp695,08 triliun.

Penyaluran pinjaman ini terutama disebabkan oleh peningkatan pinjaman yang diberikan dalam mata uang asing. Tercatat, pinjaman valas BNI meningkat 5,51% menjadi Rp139,79 triliun dari sebelumnya hanya Rp132,49 triliun. Pinjaman valas terbesar tercatat dalam denominasi dolar dan mencapai Rp136,27 triliun atau hampir seluruhnya.

Berdasarkan sektor ekonomi, pinjaman rupiah terbesar BNI disalurkan pada sektor perdagangan, restoran, dan hotel sebesar Rp111,84 triliun. Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan kredit dalam rupee antara lain adalah konstruksi, jasa dunia usaha, listrik, gas dan air.

Dalam hal pinjaman valuta asing, jumlah terbesar diberikan pada sektor industri dengan peningkatan pada banyak sektor, antara lain perdagangan, restoran dan hotel, serta jasa sosial.

Pada kuartal I 2024, BNI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 5,33 triliun pada kuartal I 2024. Jumlah tersebut meningkat 2,03% year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,22 triliun.

Namun perbaikan kinerja tersebut pada akhirnya berbanding terbalik dengan pendapatan bunga bersih perseroan yang justru anjlok hingga Rp9,39 triliun pada akhir Maret 2024, terkoreksi 9,77% year-on-year. sebesar Rp 10,41 triliun.

Total aset BNI turun 1,84% menjadi Rp1.066 triliun pada akhir Maret 2024, sedangkan ekuitas juga turun 3% menjadi Rp149,70 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel lain

Saham BNI Tembus Rp 5.600 dan Capai Level Tertinggi Baru Sepanjang Masa!

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *